Innalillahi Wainna ilaihi roji’un..itulah ucapan pertama saya ketika melihat informasi text berjalan di televisi ketika sedang menonton sebuah acara di TV. Gito Rollies Meninggal ??. Dengan refleks saya memanggil istri saya..”yang..Gito Rollies meninggal..”. “Ah masa sih ?, Innalillahi Wainna ilaihi roji’un” istri saya pun mengucapkan kalimat tersebut. Kami berdua pun menunggu informasi selanjutnya dari televisi. Tak lama kemudian hampir beberapa stasiun televisi memberitakan tentang kematian Bang Gito Rollies, saya pun tak beranjak dari tempat duduk saya untuk tetap melihat berita seputar kematian bang Gito Rollies tersebut. Saya pun sempat mengeluarkan ucapan kepada istri saya, “sepertinya gak pernah ngedenger tentang sakitnya ??, kok tiba-tiba sudah dalam kondisi yang kritis ?? dan akhirnya meninggal. Tapi itulah yang dinamakan sebuah takdir illahi..
Ada sesuatu yang menarik, yang membuat saya sendiri pun bertanya – tanya ??, saya tidak biasanya seperti ini..ingin terus mengikuti berita tentang kematian Bang Gito Rollies..padahal sebelumnya ada beberapa artis bahkan bekas orang No. 1 di negara ini pun saya tidak seperti ini. Ternyata ada sebuah ibrah (pelajaran) yang sangat berarti buat saya ketika menyaksikan berita ini, tidak lain dan tidak bukan adalah proses hijrah dan jihad seorang gito rollies dari sebuah masa yang gelap ke cahaya kehidupan yang terang ini..Subhanallah..Subhanallah..itulah ucapan yang saya ucapkan berkali-kali ketika melihat ratusan orang yang berkunjung kerumah duka dengan beberapa orang yang terlihat memakai gamis dan sorban dengan wajah-wajah penuh cahaya dengan jenggot panjangnya, dan juga ketika wajah almarhum diperlihatkan…subhanallah..wajah bersinar penuh dengan senyuman…subhanallah… Terlintas sejenak dipikiran saya akankah saya dapat mengakhiri kehidupan dengan ketenangan spt ini ?? (tetes air mata..)
Melihat perubahan yang begitu drastis..berubah 180 derajat kata orang…??
Perubahan yang dialami oleh seorang musisi terkenal pada zamannya..bahkan hingga sekarang..??
Seorang rocker yang dulunya terkenal dengan kehidupan yang “waah”..kini berubah menjadi seorang da’i yang Insya Allah istiqomah di jalan-Nya. Dengan ciri khas pakaiannya (gamis) dan kopiah yang selalu ada dikepalanya dan senyuman khasnya serta wajah yang penuh keikhlasan bisa kita lihat pada penampilan sehari-harinya….sungguh sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi saya dan bagi kita semua, bahwa sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk merubah manusia sesuai dengan kehendak-Nya. jadi teringat cerita tentang seorang Umar bin Khatab yang ketika belum merasakan islam di jiwanya, merupakan sosok yang keras, kejam dan sangat ditakuti oleh hampir seluruh orang mekkah. Anaknya perempuannya pun dikubur hidup-hidup. Tetapi ketika sinar Islam telah masuk kedalam jiwanya, subhanallah dia pun menjadi pejuang di barisan terdepan untuk membela Islam..begitu juga dengan almarhum Gito rollies, ketika Cahaya hidayah telah datang kedalam jiwanya..maka dia tidak lagi peduli dengan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara..karena dia telah memberikan sebuah pesan buat kita semua…bahwa sesungguhnya “Kenikmatan Dunia itu hanyalah sementara, dan Akhiratlah tempat kembali yang sesungguhnya”..wallahu ‘alam bi showab…semoga dapat bermanfaat dan memberikan perubahan buat diri kita..amiin..
DIarsipkan di bawah: Public Corner